TIM SENI LASKAR BAMBU RUNCING SMA MUHAMMADIYAH 1 MUNTILAN TAMPIL DI PEMBUKAAN MUKTAMAR NASYIATUL AISYIYAH KE-15

TIM SENI LASKAR BAMBU RUNCING SMA MUHAMMADIYAH 1 MUNTILAN TAMPIL DI PEMBUKAAN MUKTAMAR NASYIATUL AISYIYAH KE-15

SURAKARTA — Tim Karawitan SMA Muhammadiyah 1 Muntilan, yang populer dengan sebutan Laskar Bambu Runcing (LBR), sukses memukau ribuan peserta dalam acara Pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke-15. Kegiatan megah yang berlangsung di Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Jumat (7/8/2026) ini terasa makin istimewa karena dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir.

Suasana pembukaan berlangsung meriah dan penuh khidmat saat alunan gamelan LBR mengiringi pembawaan Tari Gambyong Mari Kangen di hadapan Prof. Dr. Haedar Nashir serta para tamu undangan. Tarian penutup penyambutan ini dibawakan secara anggun dan luwes oleh lima siswi SMA Muhammadiyah 1 Muntilan. Perpaduan harmonis antara ritme musik tradisional dan ketepatan gerak para penari menjadi salah satu daya tarik utama pada pembukaan perhelatan nasional tersebut.

Salah satu hal paling menonjol dari pertunjukan ini adalah penyesuaian tata busana. Alih-alih mengenakan pakaian tradisional Tari Gambyong yang cenderung terbuka pada area bahu dan dada, para siswi tampil mengenakan busana muslimah yang santun dan tertutup rapat. Meski mengalami penyesuaian kostum agar sejalan dengan nilai-nilai Islami, esensi, makna, dan keaslian setiap gerakan tari tradisional Jawa tersebut tetap terjaga dengan utuh.

Secara filosofis, Tari Gambyong melambangkan kelembutan, keramahan, budi pekerti, serta ketenangan jiwa seorang perempuan. Tarian ini juga mengilustrasikan ungkapan rasa syukur atas kelimpahan hasil bumi, yang digambarkan melalui sosok Dewi Sri saat merawat dan memanen padi.

Pesan simbolis dalam tarian ini dinilai sangat relevan dengan identitas kader perempuan Nasyiatul Aisyiyah. Sosok perempuan Nasyiatul Aisyiyah diharapkan dapat terus menjaga fitrahnya yang lembut dan berbudi pekerti luhur, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata serta dampak positif bagi masyarakat luas melalui ilmu, keramahan, dan dakwah yang mencerahkan.